Kamis, 20 Februari 2014

Bacaan



Baru Aku Tau
Assalamualaikum ;)
Sebenarnya jilbab dan hijab adalah benda yang berbeda. Jilbab adalah baju panjang yang  menutupi seluruh tubuh, Jilbab tentunya tidak membentuk tubuh wanita dan tidak transparan. Sedangkan hijab mempunyai makna benda yang menutupi sesuatu. Di tulisan ini, hijab yang dimaksud adalah kerudung sebagai penutup aurat, yaitu rambut wanita. Ada dalil lain mengenai syarat hijab dalam An-Nur ayat 31.
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya,…”
Mungkin terkadang hati kita merasa miris saat melihat seorang muslimah yang masih belum menggunakan jilbab. Tapi ya mau gimana lagi itu adalah hidup dia, kita hanya bisa mendoakan semoga dia segera mendapat hidayah. Bukannya sok alim atau gimana tapi ya memang ini kenyataannya sekarang.
Padahal kita tau dari ayat tersebut, disebutkan bahwa syarat hijab yang benar atau syar’i adalah menutupi bagian dada. Syarat lain adalah tidak transparan karena arti hijab sendiri adalah penutup. Kalau  masih transparan dan tidak menutupi bagi dada, hijab itu belum berfungsi sebagaimana mestinya.
Belajar dari pengalaman ketika pertama kali saya mendobel jilbab paris saya adalah begitu banyaknya komentar yang menjatuhkan semangat saya untuk berhijab. Ada yang bilang “mbak jilbabnya balapan” , “kamu pakai dua jilbab ya?”. “kamu sakit?”, kamu kedinginan ya?”.aku malu jalan sama kamu”. Wah ini sangat menyakitkan rasanya. Memang benar si saya kurang bisa rapi ketika mendobel jilbab paris yang saya gunakan alhasil jilbabnya seperti lomba-lombaan. Tapi tanpa saya ketahui asal mulanya, jilbab paris dobel yang sering saya gunakan ke kampus dan biasa di hina teman-teman ternyata memang banyak sudah menggunakannya. Karena barusan saya browsing masalah hijab, tiba-tiba saya menemukan adanya modifikasi gaya berhijab paris tetapi tetap syar’i yaitu dengan mendobelnya dengan warna yang kontras.
 

Ini adalah hasil browsing yang saya dapat
   
Sedangkan ini adalah saya, padahal alasan saya mengenakan hijab dobel paris, itu karena paris itu kainnya tipis banget. Jadi, supaya tetap terlihat syar'i, tidak transparan dan tetap nyaman, maka saya memadukan dua warna berbeda yang terkesan agak tabrakan agar ketika dilipat menjadi segitiga, tidak akan transparan lagi sehingga tetap terlihat modis dan tetap syar'i. Gara-gara kurang pintar melipat, sehingga hijabnya lomba-lombaan Eee ternyata apa yang menjadi bahan omongan orang malah sudah menjadi model. Memang gak di sangka. Hemmm mulai sekarang lupakanlah orang-orang yang menghina kita yang penting kita tetap berhijab sesuai dengan aturan yang sudah Allah tetapkan mengenai jilbab itu sendiri.
Untuk kita yang sudah berhijab tetaplah istiqomah dan teruskan perjuanganmu ketika hendak mempertahankan hijabmu. Biarkan orang berkata apa. Hadapi semua dengan senyuman. Ingat  “Allah selalu menyayangi kita”.
Etttss perlu kita ingat juga jangan pernah berfikiran bahwasanya kita yang sudah berhijab jangan pernah merasa sudah bersih dari salah dan dosa tetapi berhijab adalah salah satu bentuk bukti ketaqwaan kita kepada Allah. Agar kita bisa menjadi bidadari surga dan berlian-berliannya Allah.
Dan jangan sekali-kali menyakiti hati orang yang belum berhijab, cukup menegurnya dengan mendo’akan semoga mereka yang belum berhijab atau yang sudah berhijab tapi belum istiqomah semoga hatinya segera tergerak menuju apa yang telah di perintahkan. 
Yuukkk tutup aurat kita dengan mulai belajar berhijab. Modis tapi tetap syar’i ya ukhti.

Wassalamualaikum