Baru
Aku Tau
Assalamualaikum ;)
Sebenarnya jilbab
dan hijab adalah benda yang berbeda.
Jilbab adalah baju panjang yang menutupi
seluruh tubuh, Jilbab tentunya tidak membentuk tubuh wanita dan tidak
transparan. Sedangkan hijab mempunyai makna benda yang menutupi sesuatu. Di
tulisan ini, hijab yang dimaksud adalah kerudung sebagai penutup aurat, yaitu
rambut wanita. Ada dalil lain mengenai syarat hijab dalam An-Nur ayat 31.
“Katakanlah
kepada wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan
kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang
(biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke
dadanya,…”
Mungkin terkadang
hati kita merasa miris saat melihat seorang muslimah yang masih belum
menggunakan jilbab. Tapi ya mau gimana lagi itu adalah hidup dia, kita hanya
bisa mendoakan semoga dia segera mendapat hidayah. Bukannya sok alim atau
gimana tapi ya memang ini kenyataannya sekarang.
Padahal kita
tau dari ayat tersebut, disebutkan bahwa syarat hijab yang
benar atau syar’i adalah menutupi bagian dada. Syarat lain adalah tidak
transparan karena arti hijab sendiri adalah penutup. Kalau masih transparan dan tidak menutupi bagi
dada, hijab itu belum berfungsi sebagaimana mestinya.
Belajar dari pengalaman ketika
pertama kali saya mendobel jilbab paris saya adalah begitu banyaknya komentar
yang menjatuhkan semangat saya untuk berhijab. Ada yang bilang “mbak jilbabnya balapan” , “kamu pakai dua
jilbab ya?”. “kamu sakit?”, kamu kedinginan ya?”. “aku malu jalan sama kamu”. Wah ini sangat menyakitkan rasanya. Memang
benar si saya kurang bisa rapi ketika mendobel jilbab paris yang saya gunakan
alhasil jilbabnya seperti lomba-lombaan. Tapi tanpa saya ketahui asal mulanya,
jilbab paris dobel yang sering saya gunakan ke kampus dan biasa di hina teman-teman
ternyata memang banyak sudah menggunakannya. Karena barusan saya browsing
masalah hijab, tiba-tiba saya menemukan adanya modifikasi gaya berhijab paris
tetapi tetap syar’i yaitu dengan mendobelnya dengan warna yang kontras.
Ini adalah
hasil browsing yang saya dapat
Sedangkan ini adalah saya, padahal alasan saya
mengenakan hijab dobel paris, itu karena paris itu kainnya tipis banget. Jadi,
supaya tetap terlihat syar'i, tidak transparan dan tetap nyaman, maka saya
memadukan dua warna berbeda yang terkesan agak tabrakan agar ketika dilipat
menjadi segitiga, tidak akan transparan lagi sehingga tetap terlihat modis dan
tetap syar'i. Gara-gara kurang pintar melipat, sehingga hijabnya lomba-lombaan Eee
ternyata apa yang menjadi bahan omongan orang malah sudah menjadi model. Memang
gak di sangka. Hemmm mulai sekarang lupakanlah orang-orang yang menghina kita
yang penting kita tetap berhijab sesuai dengan aturan yang sudah Allah tetapkan
mengenai jilbab itu sendiri.
Untuk kita yang sudah berhijab tetaplah istiqomah dan
teruskan perjuanganmu ketika hendak mempertahankan hijabmu. Biarkan orang
berkata apa. Hadapi semua dengan senyuman. Ingat “Allah selalu menyayangi kita”.
Etttss perlu kita ingat juga jangan pernah berfikiran
bahwasanya kita yang sudah berhijab jangan pernah merasa sudah bersih dari
salah dan dosa tetapi berhijab adalah salah satu bentuk bukti ketaqwaan kita
kepada Allah. Agar kita bisa menjadi bidadari surga dan berlian-berliannya
Allah.
Dan jangan sekali-kali menyakiti hati orang yang belum
berhijab, cukup menegurnya dengan mendo’akan semoga mereka yang belum berhijab
atau yang sudah berhijab tapi belum istiqomah semoga hatinya segera tergerak
menuju apa yang telah di perintahkan.
Yuukkk tutup aurat kita dengan mulai belajar berhijab.
Modis tapi tetap syar’i ya ukhti.
Wassalamualaikum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar