Selasa, 12 November 2013

cerpen



Romantika dua sejoli

    Tak peduli entah itu malam, siang ataupun pagi, yang ia pikirkan hanyalah sebuah dedikasi tinggi pada sebuah lembaga  pendidikan sekolah menengah atas di ibu kota.siapa yang tak kenal dengan sosok pak joe, hampir sepanjang waktu ia habiskan waktu di sekolah, bukan jabatan sebagai pegawai negeri yang ia sandang melainkan hanya seorang tukang kebun. Hampir 17 tahun pak joe mengabdi di sekolah tersebut karena keuletan, dan kejujuran di miliki  hingga pada akhirnya ia di percaya untuk menjadi penjaga sekolah sampai sekarang.
   17 tahun menjadi tukang kebun sama sekali tidak bisa merubah nasib kehidupan pak joe, karena upah yang didapat tak seberapa, disisi lain mak nik istri pak joe tak pernah jera dengan keadaan ini, beliau selalu menerima akan kehidupan mereka yang melarat “ya seng sabar to pak, ora usah putus asa lha memang gini keadaane arep kepie meneh”, yang penting masih bisa makan. Pak joe sangat tersanjung mendengar perkataan istrinya, bagaimana tidak, dizaman sekarang dimana orang-orang sedang menyibukkan diri dengan hidup serba menuntut kepada suami, tetapi tidak dengan istriku, terimakasih y Alloh telah engkau anugerahkan kami keluarga kecil namun penuh dengan kedamaian ujar pak joe dalam hati.
 Di sepertiga malam, tak pernah bosan mak nik membangunkan pak joe untuk melaksanakan sholat lail,bergegaslah mereka melaksanakan sholat dengan wajah penuh ketulusan mereka bungkukkan anggota tubuh guna bersujud pada ya ilahi Robb memohon segala pinta yang belum pernah terkabul sama sekali,  kenapa kami yang taat menjalankan segala perintah MU tak pernah engkau dengar sedikitpun doa kami, dosa apa sebenarnya kami ini? Menggumam dalam hati,,, sambil isak tangis.
 hari ini hari jum’at, tak lupa mak nik pergi ke masjid untuk megikuti kegiatan rutinan yaitu pengajian akbar, dimana dalam pengajian tersebut dibimbing oleh ustazdah habibah, tak sungkan mak nik menanyakan sesuatu kepada ustadzah .
 assalamualaikum ustazdah!!!                                                        
 waalaikumsalam mak nik!!, bagaimana kabarnya sehat mak
 alhamdulilah sehat. Ustazdah bolehkah saya bercerita?
o silahkan mak nik , silahkan                                                    
ustazdah , benarkah Alloh maha adil?
lho-lho mak nik ini kenapa bicara seperti itu?
benarkah itu ustazdah???? Lantas dosa apa yang telah kami perbuat hingga alloh enggan mengabulkan semua doa-doa kami. Kami selalu menjalankan perintahnya, sedangkan orang yang tidak taat malah hidup serba berkecukupan bahkan mewah.
tenang mak nik, tenang.
Sekarang saya ingin bertanya kepada mak nik, apabila ada seorang pengamen yang berpakaian buluk, bau apa yang mak nik rasakan??
 saya merasa tidak nyaman dan langsung memberinya uang receh agar ia cepat pergi.
kemudian apabila ada seorang pengamen yang wangi, berpakaian tidak bulukan apa yang mak nik rasakan??
saya merasa nyaman bahkan saya enggan melihat ia pergi
nah begitu juga dengan Alloh mak nik, Alloh tidak mau kehilangan hambanya yang selalu taat. Maka dari itu Alloh memprlambat waktu untuk mengabulkan permintaan mak nik.
subhanawlloh kini aku baru menyadari betapa sayangnya tuhan pada kami.
Selesai pengajian mak nik pun pulang, untuk menyiapkan makan malam, seperti biasa pak joe belum pulang dari sekolah, sambil kelotekan didapur masih ada sedikit sisa ikan teri hari kemaren, ia pun langsung memasaknya. Desis-desis langkah terdengar dari bilik hati mak nik, bahwa orang ia nanti telah datang, mak nik dengan setia menunggu pak joe untuk makan malam.
“Asssalamualaikum..
Walaikumsalam eh bapak sudah aku duga,
Kenapa mak? Tak apa-apa pak aku hanya menunggu bapak
Ya sudah ayo makan pasti ibu sudah lapar,
  Kusut mengkerut wajah pak joe, berasa berat beban yang di pikul, karena gaji yang biasanya ia dapat harus terpotong 50%, karena kelalaian pak joe yang kurang teleti mengontrol sekolah sehingga kantor kepsek dibobol. Bagi pak joe ini adalah beban karena tidak bisa menjaga amanah yang telah di percayakan kepadanyanya. ia pun bercerita kepada istrinya, tapi respon mak nik hanyala hmm y sudah pak belum rezekinya sudah ndak usah di pikir,
  Keesokan harinya seperti biasa pak joe berangkat kesekolah untuk melaksanakan tugas seperti biasa, saat pak joe sedang menyapu halaman, tiba-tiba saja TU sekolah memanggil pak joe.
pak joe
iya bu ada apa tumben pagi-pagi sudah memanggil saya
bapak dipanggil kepsek
ssssaa saya ? ada apa bu ? apa saya tidak di perbolehkan bekerja disini lagi?
sudahlah pak joe segeralah menghadap kepsek
Pak joe pun langsung bergegas, dengan tangan dingin wajah lusuh , pak joe hanya bisa pasrah.
silahkan masuk pak joe,
 bapak memanggil saya? Saya siap untuk tidak bekerja disini lagi pak ,yang penting saya jangan dimasukkan kepenjara, kasihan isteri saya, saya sangat menyayanginya.
bicara apa toh bpk ni( sambil tertawa dalam hati), hmmm jadi begini pak joe kami dari pihak sekolah mohon maaf karena telah memvonis bapak sebagai orang yang lalai, sebenarnya bapak tidak lalai, ini semua yang melakukan adalah randy siswa sini, dan sekarang dia sudah kami keluarkan, dan sebagai permohonan maaf kami, kami menghadiahkan kantin sekolah itu untuk bapak dan mak nik yang mengelola dengan catatan pak joe tetap bekerja disini.
Subhanawloh bpk serius?
Ya , silahkan mulai besok  kantin tersebut resmi menjadi milik pak joe
Alhamdulilah terimakasih y Alloh.
Spulangnya dari sekolah pak joe langsung memberikan kabar bahagia untuk istri tercinta.
Buk masih ingatkah dulu kau, saat pertama kali aku ingin meminangmu??
Kenapa pak?
Jawablah jujur
“aku akan menyediakan sebuah rumah cinta untukmu,” bukankah itu yang kau ucap sayang, desis nyaring suara mak nik, dan akupun menjawab
“maka aku akan masuk rumah cintamu , dan aku menyediakan sebuah hati untukmu, hatimu.
 aku memiliki sedikit kejutan untukmu sayang, walaupun ini sederhana tapi ini lah yang kita impian dan abdi janjiku padamu sayang...
mak nik terkejut, seolah ia tak percaya,,
Alloh maha besar , terimakasih y Alloh, 
perjalanan hidup kita memang seperti mega sayang dan kau pelengkapku, kau selalu menyediakan kedamaian cinta untuk kita.”
Tak kan kubiarkan lembaran air yang bergelombang oleh sapuan angin merobohkan rumah cinta kita sayang.




Salam
Santi wahyufie diningsih EL-Yassir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar