Romantika dua sejoli
Tak
peduli entah itu malam, siang ataupun pagi, yang ia pikirkan hanyalah sebuah
dedikasi tinggi pada sebuah lembaga pendidikan sekolah menengah atas di ibu
kota.siapa yang tak kenal dengan sosok pak joe, hampir sepanjang waktu ia habiskan
waktu di sekolah, bukan jabatan sebagai pegawai negeri yang ia sandang
melainkan hanya seorang tukang kebun. Hampir 17 tahun pak joe mengabdi di
sekolah tersebut karena keuletan, dan kejujuran di miliki hingga pada akhirnya ia di percaya untuk menjadi
penjaga sekolah sampai sekarang.
17
tahun menjadi tukang kebun sama sekali tidak bisa merubah nasib kehidupan pak
joe, karena upah yang didapat tak seberapa, disisi lain mak nik istri pak joe
tak pernah jera dengan keadaan ini, beliau selalu menerima akan kehidupan
mereka yang melarat “ya seng sabar to pak, ora usah putus asa lha memang gini
keadaane arep kepie meneh”, yang penting masih bisa makan. Pak joe sangat
tersanjung mendengar perkataan istrinya, bagaimana tidak, dizaman sekarang
dimana orang-orang sedang menyibukkan diri dengan hidup serba menuntut kepada
suami, tetapi tidak dengan istriku, terimakasih y Alloh telah engkau
anugerahkan kami keluarga kecil namun penuh dengan kedamaian ujar pak joe dalam
hati.
Di
sepertiga malam, tak pernah bosan mak nik membangunkan pak joe untuk
melaksanakan sholat lail,bergegaslah mereka melaksanakan sholat dengan wajah
penuh ketulusan mereka bungkukkan anggota tubuh guna bersujud pada ya ilahi
Robb memohon segala pinta yang belum pernah terkabul sama sekali, kenapa kami yang taat menjalankan segala
perintah MU tak pernah engkau dengar sedikitpun doa kami, dosa apa sebenarnya
kami ini? Menggumam dalam hati,,, sambil isak tangis.
hari
ini hari jum’at, tak lupa mak nik pergi ke masjid untuk megikuti kegiatan rutinan
yaitu pengajian akbar, dimana dalam pengajian tersebut dibimbing oleh ustazdah
habibah, tak sungkan mak nik menanyakan sesuatu kepada ustadzah .
assalamualaikum ustazdah!!!
waalaikumsalam mak nik!!, bagaimana kabarnya
sehat mak
alhamdulilah sehat. Ustazdah bolehkah saya
bercerita?
o silahkan mak
nik , silahkan
ustazdah ,
benarkah Alloh maha adil?
lho-lho mak
nik ini kenapa bicara seperti itu?
benarkah itu
ustazdah???? Lantas dosa apa yang telah kami perbuat hingga alloh enggan
mengabulkan semua doa-doa kami. Kami selalu menjalankan perintahnya, sedangkan
orang yang tidak taat malah hidup serba berkecukupan bahkan mewah.
tenang mak
nik, tenang.
Sekarang saya
ingin bertanya kepada mak nik, apabila ada seorang pengamen yang berpakaian
buluk, bau apa yang mak nik rasakan??
saya merasa tidak nyaman dan langsung
memberinya uang receh agar ia cepat pergi.
kemudian
apabila ada seorang pengamen yang wangi, berpakaian tidak bulukan apa yang mak
nik rasakan??
saya merasa
nyaman bahkan saya enggan melihat ia pergi
nah begitu
juga dengan Alloh mak nik, Alloh tidak mau kehilangan hambanya yang selalu
taat. Maka dari itu Alloh memprlambat waktu untuk mengabulkan permintaan mak
nik.
subhanawlloh
kini aku baru menyadari betapa sayangnya tuhan pada kami.
Selesai pengajian
mak nik pun pulang, untuk menyiapkan makan malam, seperti biasa pak joe belum
pulang dari sekolah, sambil kelotekan didapur masih ada sedikit sisa ikan teri
hari kemaren, ia pun langsung memasaknya. Desis-desis langkah terdengar dari
bilik hati mak nik, bahwa orang ia nanti telah datang, mak nik dengan setia
menunggu pak joe untuk makan malam.
“Asssalamualaikum..
Walaikumsalam
eh bapak sudah aku duga,
Kenapa mak?
Tak apa-apa pak aku hanya menunggu bapak
Ya sudah ayo
makan pasti ibu sudah lapar,
Kusut
mengkerut wajah pak joe, berasa berat beban yang di pikul, karena gaji yang
biasanya ia dapat harus terpotong 50%, karena kelalaian pak joe yang kurang
teleti mengontrol sekolah sehingga kantor kepsek dibobol. Bagi pak joe ini
adalah beban karena tidak bisa menjaga amanah yang telah di percayakan
kepadanyanya. ia pun bercerita kepada istrinya, tapi respon mak nik hanyala hmm
y sudah pak belum rezekinya sudah ndak usah di pikir,
Keesokan
harinya seperti biasa pak joe berangkat kesekolah untuk melaksanakan tugas
seperti biasa, saat pak joe sedang menyapu halaman, tiba-tiba saja TU sekolah
memanggil pak joe.
pak joe
iya bu ada apa
tumben pagi-pagi sudah memanggil saya
bapak
dipanggil kepsek
ssssaa saya ?
ada apa bu ? apa saya tidak di perbolehkan bekerja disini lagi?
sudahlah pak
joe segeralah menghadap kepsek
Pak joe pun
langsung bergegas, dengan tangan dingin wajah lusuh , pak joe hanya bisa
pasrah.
silahkan masuk
pak joe,
bapak memanggil saya? Saya siap untuk tidak
bekerja disini lagi pak ,yang penting saya jangan dimasukkan kepenjara, kasihan
isteri saya, saya sangat menyayanginya.
bicara apa toh
bpk ni( sambil tertawa dalam hati), hmmm jadi begini pak joe kami dari pihak
sekolah mohon maaf karena telah memvonis bapak sebagai orang yang lalai, sebenarnya
bapak tidak lalai, ini semua yang melakukan adalah randy siswa sini, dan
sekarang dia sudah kami keluarkan, dan sebagai permohonan maaf kami, kami
menghadiahkan kantin sekolah itu untuk bapak dan mak nik yang mengelola dengan
catatan pak joe tetap bekerja disini.
Subhanawloh
bpk serius?
Ya , silahkan
mulai besok kantin tersebut resmi
menjadi milik pak joe
Alhamdulilah
terimakasih y Alloh.
Spulangnya
dari sekolah pak joe langsung memberikan kabar bahagia untuk istri tercinta.
Buk masih
ingatkah dulu kau, saat pertama kali aku ingin meminangmu??
Kenapa pak?
Jawablah jujur
“aku akan
menyediakan sebuah rumah cinta untukmu,” bukankah itu yang kau ucap sayang,
desis nyaring suara mak nik, dan akupun menjawab
“maka aku akan
masuk rumah cintamu , dan aku menyediakan sebuah hati untukmu, hatimu.
aku memiliki sedikit kejutan untukmu sayang,
walaupun ini sederhana tapi ini lah yang kita impian dan abdi janjiku padamu
sayang...
mak nik
terkejut, seolah ia tak percaya,,
Alloh maha
besar , terimakasih y Alloh,
perjalanan
hidup kita memang seperti mega sayang dan kau pelengkapku, kau selalu
menyediakan kedamaian cinta untuk kita.”
Tak kan
kubiarkan lembaran air yang bergelombang oleh sapuan angin merobohkan rumah
cinta kita sayang.
Salam
Santi wahyufie
diningsih EL-Yassir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar